oleh

Dengan Batok Kelapa Pemuda Tunadaksa Ini Bikin Hand Sanitizer

Sultranow.com, Jember – Tempurung kelapa bukanlah sesuatu yang istimewa, namun di tangan seorang pemuda tunadaksa bernama Andriyono, benda yang dianggap limbah tersebut menjadi benda yang bermanfaat terlebih ditengah pandemi Corona seperti saat ini.

Berkat ketekunannya, Andriy mengolah batok kelapa yang biasanya hanya dijadikan bahan pengganti kayu bakar ataupun kerajinan asbak, menjadi alkohol sebagai bahan utama pembuatan cairan hand sanitizer.

Dalam proses pembuatan alkohol tersebut, pemuda yang tinggal di Dusun Kantong, Desa Kemiri, Kecamatan Panti ini membakar tempurung kelapa dalam jumlah yang cukup banyak.

Saat proses pembakaran menghasilkan asap, kemudian asap tersebut ditangkap menggunakan alat khusus untuk kemudian dimasukkan ke dalam tabung. Dari asap itulah nantinya di hasilkan cairan alkohol.

Ia bercerita bahwa pengetahuan mengolah tempurung kelapa menjadi alkohol tersebut diperoleh saat ia membaca buku-buku literatur pada sebuah kampus di Jogjakarta

“Tahun 2009 lalu, saya mencoba membuat asap cair dari batok kelapa. Saya melakukan hal tersebut setelah mendapatkan referensi dari buku Universitas Gajahmada (UGM) Jogjakarta,” katanya.

Menurut Andriy, 30 persen asap cair yang dihasilkan setara dengan alkohol 70 persen.

Ia mengaku termotivasi membuat alkohol dari batok kelapa dalam jumlah besar, untuk membantu masyarakat ditengah pandemi Corona.

Untuk itu dia memproses batok kelapa menjadi hand sanitizer, karena saat ini cairan tersebut sulit ditemukan di pasaran dan harganya juga relatif mahal.

Dalam sehari Andriy mampu memproduksi cairan hand sanitizer ukuran 500 liter, untuk itu ia membutuhkan satu ton batok kelapa.

Komentar

REKOMENDASI