oleh

SERAM! Dikurung dalam Rumah Hantu jadi Hukuman Bagi Pemudik Bandel di Sragen

Sultranow.com, Sragen – Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati menggunakan cara unik untuk membuat para pemudik melakukan karantina mandiri selama 14 hari dirumah.

Pemudik yang berkeliaran tidak mentaati aturan, akan dimasukkan ke rumah hantu atau rumah angker yang berada di desa setempat.

Yuni menyatakan, aturan ini dibuat karena banyaknya laporan tentang pemudik yang ngeyel saat isolasi mandiri.

Untuk menerapkan aturan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sragen meminta setiap desa menyiapkan rumah atau bangunan kosong berhantu.

Nantinya rumah atau bangunan berhantu tersebut diperuntukkan bagi pemudik yang menolak karantina mandiri di rumah.

Yuni menegaskan pemudik yang membandel menolak dikarantina akan dijebloskan ke dalam rumah berhantu dan dikunci dari luar.

Menindak lanjuti aturan ini para perangkat desa dihimbau menindak tegas “Kalau ada rumah kosong dan berhantu, masukkan di situ. Kunci dari luar,” tegas Yuni.

Beberapa pemudik yang mengabaikan aturan dan dikurung di rumah hantu tersebut telah viral bahkan diberitakan oleh media internasional.

Meskipun dikurung di rumah hantu, bupati meminta agar kesehatan dan keperluan pemudik yang dikurung tetap diperhatikan.

Komentar

REKOMENDASI