oleh

Seorang Dosen Beserta Mahasiswa Di Tangkap Polisi Karena Membuat Video Rekayasa Perkelahian

Sultranow.com, Jakarta – Hanya demi popularitas, viewers dan followers, seorang dosen dengan inisial FG serta mahasiswanya yang berinisial YA di tangkap Polsek Metro Menteng Jakarta setelah membuat video rekayasa perkelahian di Jalan Thamrin, Menteng, Jakarta Pusat.

Dalam melakukan aksinya, kedua pelaku di bantu oleh empat orang sopir bajaj bayaran yang berpura-pura berkelahi.

Setelah video rekayasa baku hantam itu dibuat, FG dan YA lalu mengunggahnya melalui akun Instagram @mbx.yeyen dan selnjutnya dikirim ke akun @peduli.jakarta pada hari Sabtu (15/2/2020) agar viral.

“Tujuan melakukan penyebaran video itu meningkatkan viewers dan followers biar ada keuntungan dari endorsment,” kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto yang dikutip dari Antara, Rabu (19/2/2020).

FG juga mengakui lewat video itu ia ingin mempopulerkan seni beladiri yang dipopulerkan oleh film IP Man.

“Video itu untuk konten. Itu perkelahian seni beladiri Wing Chun,” kata FG.

Aksi FG ini di bantu empat orang sopir bajaj yang masing-masing dibayar Rp 200.000 per orang untuk berperan pura-pura menyerang FG dan kemudian kalah dengan beladiri Wing Chun.

Menurut para sopir bajaj tersebut, mereka mau melibatkan diri dalam adegan itu karena di iming imingi uang dan adegannyapun hanya berpura pura menyerang FG.

“Karena itu rekayasa berantemnya, kami mau. Tapi kalau dibayar buat bunuh orang, amit-amit. Saya dan teman-teman mending jadi sopir bajaj,” kata salah satu sopir bajaj berinisial D.

Tak hanya membayar empat sopir bajaj, FG dan YA juga membayar beberapa pemilik akun Instagram lain yang bekerja memviralkan aksi mereka dengan sejumlah uang senilai ratusan ribu rupiah.

Komentar

REKOMENDASI