Awas, 7 Kebiasaan di Anggap ‘Sepele’ Namun Berbahaya Bagi Kesehatan!

kebiasaan sepele yang berbahaya bagi kesehatan

Berolahraga rutin, istirahat yang cukup serta menjaga pola makan adalah beberapa cara untuk menjaga kesehatan tubuh.

Namun tanpa di sadari, ada banyak kebiasaan-kebiasaan yang dianggap sepele namun sering kita lakukan ternyata berbahaya bagi kesehatan.

Kebiasaan tersebut apabila terus menerus dilakukan bukan tidak mungkin akan menyebabkan timbulnya berbagai macam penyakit di dalam tubuh.

Kebiasaan sepele apa saja yang perlu dihindari!

1. Menahan Bersin

Menahan Bersin
Menahan Bersin

Menahan bersin bagi sebagian orang mungkin dianggap hal sepele, namun tahukah kamu dampaknya!

Mencegah maupun menahan bersin punya dampak buruk bagi kesehatan, tekanan intrakranial meningkat secara signifikan. Aliran darah ke otak akan terganggu akibat dari pembuluh darah dan jaringan saraf yang tertekan.

Hal ini dapat menyebabkan sakit kepala, kerusakan pembuluh darah, bahkan bisa menimbulkan masalah pendengaran karena tekanan udara yang masuk ke dalam telinga.

Jadi, jangan pernah untuk coba menahan bersin.

2. Bahaya Menggunakan Parfum

Bahaya Menggunakan Parfum
Bahaya Menggunakan Parfum

Bahan sintetis seringkali digunakan untuk membuat parfum karena menghasilkan aroma yang lebih kuat, lebih murah dan aromanya tahan lama dari essential oil (Minyak alami).

Namun tahukah kamu jika bahan sintetis ini berbahaya bagi kesehatan.

Menurut Michelle Schoffro Cook (Ahli gizi holistik dan naturopati), bahan kimia sintetis yang sering digunakan untuk membuat parfum mengandung neurotoxin, zat beracun yang dapat merusak pembuluh darah dan karzinogen, salah satu zat yang disinyalir dapat menyebabkan kanker.

Di samping itu, zat lain yang terkandung dalam sebuah parfum berbahan sintetis seperti etanol, benzil alkohol, dll juga  bisa menyebabkan pusing, kembung, mual dan kantuk bagi sebagian orang. Bahkan pada beberapa kasus, zat ini juga dapat membuat mata dan kulit jadi iritasi.

Daripada menggunakan parfum berbahan sintetis, sebaiknya mulai saat ini kamu beralih menggunakan parfum yang berasal dari minyak alami tumbuh-tumbuhan.

Baca Juga  8 Cara Menghilangkan Kantung Mata (Mata Panda) Secara Alami

3. Menggunakan Smartphone Sebelum Tidur

Menggunakan Smartphone Sebelum Tidur
Menggunakan Smartphone Sebelum Tidur (Ilustrasi)

Tahukah kamu jika manusia mempunyai sebuah hormon yang bernama melatonin.  Melatonin inilah yang membuat kita mengantuk dan ingin tidur.

Hormon melatonin diproduksi alami oleh tubuh yang seiring waktu produksinya akan berkurang seiring bertambahnya usia dan kebiasaan buruk yang sering kita lakukan, salah satunya menggunakan smartphone sebelum tidur.

Cahaya yang dikeluarkan oleh smartphone membuat kita terjaga dimalam hari, hal ini disinyalir dapat menekan produksi hormon melatonin.

Melatonin yang rendah meningkatkan resiko terkena penyakit diabetes melitus dan hal ini rentan menyerang seorang wanita.

Jadi tidur lebih awal adalah pilihan untuk meningkatkan kesehatan kamu.

4. Menyimpan Makanan di Wadah Plastik

Menyimpan Makanan di Wadah Plastik
Menyimpan Makanan di Wadah Plastik (Ilustrasi)

Kenali bahan baku pembuatan kotak plastik tempat menyimpan makanan yang kamu gunakan. Karena tidak jarang kita menemukan kotak plastik yang beredar mengandung bahan kimia Phthalate dan Bisphenol A (BPA).

Penggunaan bahan kimia diplastik ini untuk membuat plastik menjadi keras dan membantu mempertahankan fleksibilitasnya.

Namun bahan kimia ini mempunyai dampak negatif bagi kesehatan. Bisphenol A di duga dapat menyebabkan resiko terkena penyakit diabetes, serangan jantung dan gangguan hati.

Pada beberapa kasus, bahan kimia ini juga di duga dapat menyebabkan gangguan pada otak.

Sedangkan dampak negatif dari Phthalate di duga dapat memicu gangguan sistem kontrol kelenjar (Endokrin) dalam tubuh yang dapat menyebabkan obesitas terhadap anak, gangguan kesuburan bagi laki-laki dan meningkatkan resiko keguguran pada ibu hamil.

Jika makanan atau bahan makanan disimpan dalam waktu lama pada kotak plastik yang mengandung kedua bahan tersebut, bahan kimia yang menempel dalam kotak plastik disinyalir bisa meresap ke dalam makanan.

Untuk itu hindari penggunaan bahan kimia yang berbahaya di sebuah wadah plastik dengan memeriksa nomor dalam segitiga yang terdapat dibawah wadah plastik.

Society of the Plastics Industry (SPI)
Society of the Plastics Industry (SPI) (Image via dreamstime.com)

SPI merupakan singkatan dari Society of the Plastics Industry. SPI digunakan untuk mendeteksi bahan plastik yang digunakan dalam sebuah wadah dan berlaku internasional.

Baca Juga  9 Cara Meniruskan Pipi Tembem dengan Metode Olah Tubuh

Umumnya, nomor 1, 2, 4 dan 5 aman digunakan untuk bahan makanan. Sedangkan nomor 3 biasa digunakan pada bahan plastik pembuat pipa, pembungkus kabel, dll. Nomor 6 digunakan untuk packing dan 7 digunakan untuk botol bayi yang tahan oleh suhu panas.

5. Menyikat Gigi Tepat Setelah Makan

Menyikat Gigi Tepat Setelah Makan
Menyikat Gigi Tepat Setelah Makan

Tidak ada yang salah bagi kamu yang terbiasa menyikat gigi setelah makan. Namun kamu perlu memberinya jeda setengah hingga satu jam setelah makan barulah menggosok gigi.

Presiden Academy of General Dentistry, Dr. Howard R. Gamble dalam sebuah penelitinnya melibatkan relawan yang sikat gigi tepat setelah meminum soda diet selama tiga minggu.

Hasil dari penelitian tersebut, para ahli menemukan peningkatan hilangnya dentin pada gigi seseorang yang sikat gigi dalam waktu 10-20 menit setelah minum soda.

Makanan dan minuman terutama yang mengandung zat asam berpengaruh pada enamel gigi dan juga lapisan di bawahnya (dentin).

Gerakan sikat gigi mendorong asam lebih dalam dan lebih dekat ke dentin. Hal ini dapat menyebabkan sensitivitas yang ekstrim dan kerusakan email pada gigi.

6. Sering Menggunakan Sabun Antibakteri

sabun anti bakteri
Sabun Anti-bakteri

Sejumlah besar bakteri bermanfaat hidup di permukaan kulit yang berperan dalam melindungi tubuh.

Jika kamu terlalu sering menggunakan sabun antibakteri, hal ini akan membuat peluang bagi bakteri berbahaya untuk masuk ke tubuh.

Ahli dermatologi merekomendasikan penggunaan sabun antibakteri untuk luka, goresan, dan grazes. Jangan menggunakannya untuk mencuci tangan lebih dari dua kali seminggu.

Di samping itu, sabun antibakteri yang beredar di duga banyak mengandung triclosan, sebuah zat yang mengganggu produktivitas hormon tirod yang langsung berdampak pada kesehatan tubuh.

7. Menggunakan Jeans Terlalu Ketat

Menggunakan Jeans yang Terlalu Ketat
Menggunakan Jeans yang Terlalu Ketat

Meski terlihat modis, jeans ketat bisa jadi buruk untuk kesehatan.

Baca Juga  8 Manfaat Jeruk Nipis Mulai dari Wajah Hingga Pencernaan

Jeans yang terlalu ketat dapat mengganggu saraf lateral femoral cutaneous yang terdapat pada pangkal paha melewati paha bagian atas.

Jika dibiarkan, saraf ini akan terjebak pada sebuah jaringan ikat. Gangguan ini dikenal dengan nama Saraf Kejepit.

Tak hanya itu, menggunakan jeans ketat dalam jangka panjang juga disinyalir bisa menyebabkan Sindrom Kompartemen yang dapat menyebabkan seseorang tidak dapat berdiri normal akibat tekanan di dalam kompartemen otot.

Di beberapa kasus, penggunaan jeans ketat bagi pria dapat mengganggu kesuburan akibat panas di daerah selangkangan yang menurunkan produktivitas testis menghasilkan sperma.

Nah, itu dia beberapa kebiasaan yang sering dianggap sepele bagi sebagian orang namun punya dampak buruk bagi kesehatan.

About the Author: admin

Hai, nama saya Dwiyanto Nugraha. Saya adalah satu dari sekian banyak pecinta "Mie Siram" di Indonesia.

RELATED POSTS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *