Proyek Baru Dan Peluncuran Produk Untuk Membawa Fajar Baru Berdasarkan Augmented Reality Dan Virtual

Sultranow.com AR dan VR adalah teknologi yang memodifikasi cara pengamatan dan interaksi dengan lingkungan.

Kedua teknologi memiliki persyaratan perangkat keras yang berbeda dan ruang lingkup di mana ia mengubah sekitarnya. Augmented reality seperti namanya, menambah lingkungan yang ada dengan objek virtual dan pengalaman sensual seperti karakter, audio, dan realitas fisik. Virtual Reality, di sisi lain, menciptakan lingkungan yang hampir sepenuhnya virtual, sehingga memisahkan pengguna dari dunia nyata. 

Proyek Baru Dan Peluncuran Produk Untuk Membawa Fajar Baru Berdasarkan Augmented Reality Dan Virtual


AR tidak memerlukan perangkat keras khusus kecuali smartphone untuk menjalankan aplikasi. Tetapi untuk beberapa penggunaan AR tingkat lanjut, kacamata khusus adalah persyaratan. 

Selain itu, perangkat lunak AR lebih mudah dikembangkan daripada VR, karena tidak membuat latar belakang yang dirender. Namun, VR memerlukan headset dan speaker khusus untuk berfungsi, yang meminimalkan aksesibilitasnya bagi pengguna sampai batas tertentu. 

Sebagai tren yang muncul, baik teknologi AR dan VR cenderung menghadirkan banyak perangkat keras yang merangsang dengan pengalaman yang menarik. Untuk saat ini, industri game berkembang pesat dengan kemajuan dan inovasi terbaru berdasarkan AR dan VR. 

Tetapi juga, segera akan menjadi konsep yang menarik bagi orang-orang di mana-mana karena industri ini memiliki potensi untuk mengembangkan persepsi baru. Selain itu, teknologi semakin populer di vertikal game dan aplikasi lainnya. Dan oleh karena itu para pelaku pasar fokus untuk menghadirkan inovasi. 

Industri ini datang dengan proyek-proyek baru dan produk-produk canggih dan para pemain mengadopsi strategi yang berbeda untuk memaksimalkan pertumbuhan pasar. Selain itu, berikut adalah beberapa kejadian terbaru yang diharapkan berkembang di pasar di masa depan.

Kemitraan adalah salah satu strategi yang paling banyak diikuti di antara para pelaku pasar untuk menyediakan aplikasi yang lebih baru. Di sisi lain, berbagai perusahaan media sosial telah mulai berinvestasi di AR sehingga bermitra dengan para pemain industri. 

Demikian juga, raksasa media sosial Facebook juga telah mengumumkan kemitraan, pada bulan September tahun lalu, dengan produsen kacamata Ray-Ban untuk Project Aria. Melalui proyek ini, Facebook bertujuan untuk mengembangkan kacamata augmented reality (AR), dengan nama kode Gemini. 

Baru-baru ini, dalam manual yang diunggah oleh perusahaan ke Komisi Komunikasi Federal AS (FCC) telah mengungkap beberapa informasi lebih lanjut berdasarkan proyek tersebut. Menurutnya, kacamata tersebut akan dilengkapi dengan chip Qualcomm, sensor jarak, dan sensor kamera. Selain itu, kacamata akan dipasang ke pengisi daya magnetik yang juga dapat membantu untuk transfer data.

Pada proyek ini, lebih lanjut, Facebook menyatakan bahwa sensor yang digunakan dalam proyek ini akan menangkap video dan audio pengguna bersama dengan informasi lokasi dan pelacakan mata. Dengan kekuatan komputasi pada perangkat pada kacamata, informasi akan disimpan dan dienkripsi sehingga dapat membantu untuk memahami AR yang bekerja di dunia nyata saat diunggah ke penyimpanan back end.

Raksasa teknologi lainnya Apple juga sedang mengerjakan kacamata AR-nya yang diharapkan akan diluncurkan pada pertengahan dekade ini. Kacamata AR diharapkan menggunakan layar mikro-LED Sony bersama dengan catu daya dan penyimpanan independen.

 Juga, chip M1 baru perusahaan diharapkan akan digunakan di headset. Sebelumnya, perusahaan meluncurkan platform AR Kit, yang memungkinkan pengembang mengembangkan perangkat lunak augmented reality untuk layanan Apple. 

Peluncuran produk baru adalah tren utama lainnya yang diikuti oleh para pelaku pasar untuk memperluas kemajuan pasar. Layanan hiburan online China iQIYI baru-baru ini meluncurkan headset virtual reality (VR) andalan terbarunya bernama QIYU 3. Perusahaan ini bertujuan untuk memperkuat kualitasnya untuk ekosistem hiburan digital VR.

Selain itu, headset ini menghadirkan berbagai kemajuan teknis termasuk solusi layar ganda dengan resolusi 4320*2160 dan tingkat 4K+ sejati dalam resolusi asli. Didukung oleh Qualcomm Technologies, headset ini memiliki RAM DDR4 8GB dan XR2 menawarkan kinerja tinggi untuk game dan hiburan digital lainnya dalam VR. Apalagi perusahaan dengan produknya bertujuan untuk menawarkan pengalaman multi-indera yang unggul kepada konsumen.

Inovasi dan kemajuan lebih lanjut memimpin industri untuk meningkat. Dalam sebuah laporan yang diterbitkan oleh Allied Market Research,  pasar chip AR/VR global  diperkirakan akan mengumpulkan $7,76 miliar pada tahun 2026.

Permintaan chip AR/VR di vertikal game sangat meningkat. Selain itu, kebutuhan akan adopsi AR/VR di berbagai aplikasi mendorong pertumbuhan permintaan. Dan seiring kemajuan teknologi yang terjadi di area ini dengan lebih banyak proyek dan produk baru, pasar diperkirakan akan tumbuh lebih besar lagi dalam waktu dekat.

admin

Hai, nama saya Dwiyanto Nugraha. Saya adalah satu dari sekian banyak pecinta "Mie Siram" di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.