Serangan Hack Dengan Ddos Menurun Di Pertengahan Tahun 2021

Sultranow.com – Salah satu serangan internet yang paling sering dilakukan di Dunia adalah serangan DDos. Kenaikan serangan Ddos sendiri dirasakan pada pertengahan tahun 2020 sampai dengan awal 2021 lalu. Dan menurun pada Quartal kedua tahun 2021 ini sebanyak 38,8 persen. Laporan ini merupakan hasil pantauan dari perusahaan keamanan siber Kaspersky. Dalam laporannya, China dilaporkan menjadi pemimpin dalam jumlah perangkat yang melakukan serangan SSH.

Namun, pada saat yang sama, China terus mengalami penurunan dalam hal jumlah total serangan DDoS, sebanyak 10,2 persen.

Sedangkan Amerika Serikat tetap menjadi pemimpin dalam kategori ini untuk kuartal kedua berturut-turut. Sementara, Polandia dan Brasil menjadi negara baru yang memasuki lima besar.

Baru-baru ini, Kaspersky juga menyebut scammers telah mencari berbagai upaya untuk memperkuat serangan DDoS mereka bahkan jumlah serangan melalui protokol Session Traversal Utilities for NAT (STUN) diketahui juga telah meningkat.

Tren lain yang terlihat adalah eksploitasi kerentanan TsuNAME di resolver DNS untuk menyerang server DNS.

Secara khusus, ini menyebabkan gangguan dalam kinerja Xbox Live, Microsoft Teams, OneDrive, dan layanan cloud Microsoft lainnya. Selain itu, penyedia layanan internet juga menjadi korban serangan DDoS.

Sepanjang Q2, jumlah serangan DDoS berfluktuasi antara 500 dan 800 per hari. Pada hari yang paling tenang, hanya 60 serangan yang tercatat, dan pada hari yang paling intens, ini mencapai 1.164.

Pakar Kaspersky juga menganalisis negara mana yang memiliki bot dan server berbahaya yang menyerang perangkat IoT untuk memperluas botnet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas perangkat yang meluncurkan serangan banyak berada di Tiongkok (31,8 persen), disusul Amerika Serikat (12,5 persen) menempati posisi kedua, dan Jerman (5,9 persen) berada di urutan ketiga.

“Kuartal kedua 2021 menunjukkan situasi yang lebih tenang. Ada sedikit penurunan dalam jumlah total serangan dibandingkan dengan kuartal sebelumnya,” kata Alexey Kiselev, Business Development Manager di the Kaspersky DDoS Protection team, dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (5/8/2021)

Kaspersky juga memprediksi tidak ada ancaman kenaikan atau penurunan tajam pada lanskap serangan DDoS, pada kuartal ketiga.

“Lanskap serangan ini tentunya juga akan terus sangat bergantung pada tingkat cryptocurrency, yang tetap mengalami peningkatan secara konsisten mungkin untuk waktu yang lama,” pungkasnya

admin

Hai, nama saya Dwiyanto Nugraha. Saya adalah satu dari sekian banyak pecinta "Mie Siram" di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.