Sistem Inventaris Berkala: Keuntungan dan Kerugian

Sultranow.com Catatan persediaan persediaan barang dagangan tidak dipelihara sepanjang tahun di bawah sistem persediaan periodik ini.

Harga pokok penjualan ditentukan pada akhir tahun. Nilai persediaan akhir ditentukan oleh penghitungan fisik barang dagangan pada tanggal penutupan periode akuntansi.

Berdasarkan sistem ini, harga pokok penjualan ditentukan dengan menambahkan harga pokok barang yang dibeli dengan harga pokok persediaan awal dikurangi harga pokok persediaan akhir dari total.

Sistem Inventaris Berkala: Keuntungan dan Kerugian

Hal ini dapat dinyatakan sebagai.

Stok awal + pembelian – stok akhir = harga pokok penjualan.

Usaha kecil dan eceran seperti apotek, jaringan keras, toko kelontong, toko kain, dll. yang berhubungan dengan berbagai komoditas harga rendah umumnya mengikuti sistem persediaan periodik untuk menentukan harga pokok penjualan dan nilai persediaan.

Penggunaan sistem persediaan perpetual untuk urusan bisnis seperti ini mahal dan memakan waktu.

Sebuah akun buku besar terpisah untuk persediaan barang dagangan tidak dikelola di bawah sistem ini, melainkan pada akhir periode pada tanggal tertentu, biaya persediaan barang dagangan ditentukan dengan mengalikan harga beli dengan jumlah persediaan barang dagangan.

Terkait:  Siklus Akuntansi – 10 Langkah Proses Akuntansi Dijelaskan

Hal ini dapat dinyatakan sebagai;

Nilai stok internal = jumlah stok barang dagangan x harga beli.

Keuntungan Sistem Inventaris Berkala

  1. Karena tidak ada karyawan tetap yang diperlukan untuk penghitungan fisik persediaan barang dagangan di bawah sistem ini, biayanya lebih murah.
  2. Ini berlaku untuk semua organisasi bisnis besar atau kecil yang berurusan dengan barang tertentu atau beragam.
  3. Karena stock opname dilakukan pada akhir periode di bawah sistem ini, kegiatan normal bisnis tidak terhambat.
  4. Karena inventarisasi barang dagangan dilakukan pada tanggal tertentu, jumlah persediaan barang dagangan dapat diandalkan.

Kekurangan Sistem Inventarisasi Berkala

  1. Pada hari penghitungan fisik persediaan barang dagangan, aktivitas normal bisnis hampir terhenti.
  2. Tindakan menghitung stok barang dagangan harus diselesaikan dengan tergesa-gesa karena kekurangan waktu.
  3. Di bawah sistem ini kemungkinan penipuan dan pemalsuan terletak, karena di sini kontrol terus menerus atas barang dagangan tidak ada.
  4. Di bawah sistem ini pada akhir periode tertentu, alasan perbedaan antara barang dagangan di tangan dan barang dagangan yang ditampilkan dalam pembukuan dapat diselesaikan dengan mudah.
  5. Di bawah sistem ini, perangkat kontrol stok sangat lemah. Karyawan mereka mendapat kesempatan untuk mengadopsi korupsi.

Perbedaan antara Sistem Inventaris Perpetual dan Sistem Inventaris Berkala

Perbedaan yang ditandai antara sistem persediaan perpetual dan sistem persediaan periodik dinyatakan di bawah ini:

  1. Di bawah sistem persediaan perpetual, tindakan penghitungan fisik barang dagangan berlanjut sepanjang tahun. Tetapi di bawah sistem persediaan periodik, tindakan penghitungan fisik barang dagangan terjadi pada akhir periode akuntansi.
  2. Sistem persediaan perpetual digunakan dalam organisasi bisnis dimana barang-barang yang diperdagangkan terbatas. Penerapan sistem ini sangat mahal. Organisasi yang relatif kecil yang berurusan dengan jenis barang menggunakan sistem persediaan periodik dalam inventarisasi. Sistem ini cocok untuk sejumlah besar barang – meminimalkan kerumitan pekerjaan.
  3. Dibutuhkan sekelompok karyawan tetap yang berpengalaman untuk penerapan sistem persediaan perpetual. Namun penggunaan pemindai komputer telah mempermudah pencatatan stok barang dagangan.
  4. Di bawah sistem persediaan periodik, tidak ada kelompok karyawan terpisah yang diperlukan untuk tujuan penyimpanan.
  5. Sistem persediaan perpetual adalah proses yang berkesinambungan. Akun stok persediaan dipelihara selama periode akuntansi di bawah sistem ini.
  6. Namun kuantitas dan jumlah persediaan persediaan dapat diketahui pada akhir periode akuntansi dengan sistem persediaan periodik.
  7. Penerapan sistem persediaan perpetual tidak menghambat kegiatan operasi normal suatu bisnis. Namun penerapan sistem persediaan periodik menghambat kegiatan normal usaha pada hari pengambilan persediaan.
  8. Karena kuantitas dan kondisi barang dagangan di bawah persediaan perpetual dapat diketahui sepanjang tahun, tindakan yang tepat waktu dapat diambil untuk menghilangkan ketidaksesuaian yang terdeteksi.

Tetapi di bawah sistem persediaan periodik karena ketidaksesuaian persediaan terdeteksi pada akhir periode akuntansi tindakan korektif terhambat.

Baca Juga  Memilih Aplikasi Manajemen Kerja

About the Author: admin

Hai, nama saya Dwiyanto Nugraha. Saya adalah satu dari sekian banyak pecinta "Mie Siram" di Indonesia.

RELATED POSTS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.