Sukses, Xiaomi Jadi Raja Smartphone di Eropa

Sultranow.com – Sebagai merk smartphone tergolong masih muda Torehan Xiaomi ternyata bikin dunia menganga, setelah mengalahkan Apple dalam hal penjualan di quartal kedua 2021. Menurut laporan lembaga riset tekonolgi Canalys, Xiaomi yang berbasis di Beijing mampu menggaet 17% pangsa pasar global, hanya berbeda tipis dengan Samsung yang menguasai 19%. Apple sekarang berada di urutan ketiga dengan 14% pada kuartal tersebut.

Melengkapi lima besar terdapat dua vendor yang masih “bersaudara” Oppo dan Vivo. Duet pabrikan smartphone yang dimiliki oleh BBK Electronics yang berbasis di Dongguan itu, masing-masing menggamit 10% pangsa pasar.

Seperti dilansir dari laman South China Morning Post (SCMP), Canalys melaporkan, bahwa meroketnya kinerja Xiaomi tak lepas dari tingginya penjualan di sejumlah pasar strategis, seperti Amerika Latin, Afrika dan Eropa.

Kepastian Xiaomi bertengger di posisi kedua, membuat CEO Xiaomi Lei Jun “bersabda” ke situs microblogging Weibo untuk merayakan pencapaian tersebut pada Kamis (15/7/2021).

“Izinkan saya berbagi dengan Anda semua kabar baik yang luar biasa. Pengiriman ponsel Xiaomi melampaui Apple dan menjadi nomor 2 dunia untuk pertama kalinya”, tulis Lei Jun.

Meski belum mampu menaklukkan pasar strategis seperti Amerika Serikat, namun Xiaomi meraih pertumbuhan yang kuat di pasar negara berkembang. Tak tanggung-tanggung, Canalys mencatat Xiaomi tumbuh hingga 300% di Amerika Latin dan 150% di Afrika.

Tak hanya itu, vendor yang identik dengan harga terjangkau ini juga tumbuh 50% di Eropa barat. Padahal negara-negara Eropa saat ini bukan pasar yang mudah ditundukkan. Hal itu merupakan imbas kampanye hitam terhadap vendor China oleh Amerika Serikat, terutama Huawei dan ZTE, yang menggolongkan kedua perusahaan itu sebagai bagian dari mata-mata pemerintah China.

Pertumbuhan Xiaomi sejauh ini masih dikontribusi terutama dari perangkat ramah anggaran, meski perusaaan telah membuat kemajuan yang signifikan di pasar smartphone premium. Harga rata-rata handset Xiaomi sekitar 40% hingga 75% lebih murah dibandingkan harga ponsel Samsung atau Apple, tambah Canalys.

“Seiring tumbuh dan berkembang, sekarang Xiaomi sedang mengubah model bisnisnya dari penantang menjadi petahana ” kata Manajer Riset Canalys Ben Stanton dalam sebuah pernyataan.

Tak berbeda dengan Canalys, perusahaan riset Omdia juga mendaulat Xiaomi sebagai vendor terbesar kedua di dunia. Omdia mencatat. pengiriman smartphone global naik hampir 7% pada Q2 2021. Omdia menyebutkan bahwa pasar smartphone global mulai pulih sejak pandemi covid-19 merebak di seluruh dunia. Tercatat, permitaan tumbuh 6,9 tahun-ke-tahun menjadi 299,1 juta unit pada Q2 2021, dibandingkan dengan 279,7 juta pada Q2 2020.

Samsung memimpin dengan 57,3 juta, naik 5,6%. Omdia mengatakan “pertumbuhan ringan” raksasa Korea Selatan dalam pengiriman sebagian besar disebabkan oleh kendala pasokan untuk komponen utama dan pengurangan operasi di fasilitas produksi, terutama di India dan Vietnam yang terpukul keras oleh wabah Covid-19.

Xiaomi sekali lagi menonjol, mencapai peringkat kedua, mengirimkan 49,9 juta unit, naik 72,9%. Menurut Omdia, Xiaomi sebenarnya juga mengalami penurunan produksi, lagi-lagi karena efek pandemi di India, namun penurunannya “relatif kecil” dibandingkan Samsung. Beruntung, penurunan produksi itu, mampu diimbangi dengan peningkatan penjualan di luar kawasan Asia-Pasifik.

Apple tergeser ke peringkat ketiga, meski vendor asal AS itu mampu meningkatkan pengiriman sebesar 7,5% menjadi 42,9 juta karena pemulihan di pasar negara maju dan peningkatan permintaan untuk segmen premium. Vendor lainnya masing-masing Oppo, Vivo, Realme, dan Motorola melengkapi posisi delapan besar lainnya.

admin

Hai, nama saya Dwiyanto Nugraha. Saya adalah satu dari sekian banyak pecinta "Mie Siram" di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.